DPD IMM Sulbar Gelar Webinar Nasional, Bahas Paradigma Islam Holistik dalam Penanganan Kekerasan Seksual


Mamuju -- Kali ini Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sulawesi Barat, berfokus pada membangun kesadaran penanganan  kekerasa seksual pada penguatan nilai-nilai islam. 

Olehnya itu, melalui ketua bidang Immawati DPD  IMM Sulbar, Sri Rahayu,  menggelar Webinar Nasional pada Sabtu 11 Oktober 2025, yang diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari perwakilan organisasi perempuan dan mahasiswa secara umum.   

webinar ini bertujuan untuk membangun pemahaman yang komprehensif mengenai penanganan kekerasan seksual dari perspektif Islam yang berkeadilan, serta mendorong terciptanya ruang aman bagi semua pihak.

Dengan mengusung tema "Paradigma Islam Holistik dalam Pencegahan, Penanganan dan Pendampingan Kekerasan Seksual: Jalan Menuju Keadilan dan Perlindungan Hak Asasi". 

 Tak main-main dalam menggelar webinar tersebut, menghadirkan narasumber ahli di bidangnya dan menarik partisipasi audiens dari berbagai kalangan. Guru besar kajian gender UIN Sunan Kalijaga Yogyakarya, Prof. Alimatul Qibtiyah, serta hadir ketua DPP Bidang Immawati, Sumarni. 

Dalam paparannya, Prof. Alimatul, menekankan pentingnya pendekatan Islam yang rahmatan lil 'alamin, yang berpihak pada korban serta memastikan hak-hak mereka terpenuhi dan tumbuh kesadaran kolektif untuk memulai memerangi segala bentuk kekerasan seksual.

 "kita harus menumbuhkan kesadaran individu agar kasus-kasus kekerasan seksual dapat di hindari sejak dini" ungkap Prof Alimatul, juga dikenal selaku Komisioner Komnas Perempuan Indonesia 2020-2024. 

Selanjutnya diskusi  interaktif tersebut berjalan dengan baik dan penuh antusias dari peserta, yang dipandu oleh Sri Rahayu, juga aktif sebagai pemerhati isu lembaga kesejahteraan sosial dan anak di Sulbar.

Melalui kegiatan ini, ia berharap dapat meningkatkan kesadaran publik dan membekali para kader serta masyarakat umum dengan pengetahuan yang benar mengenai cara mencegah, menangani, dan mendampingi korban kekerasan seksual sesuai dengan nilai-nilai Islam yang holistik dan berkeadilan.