Sulawesi Barat - Lebih dari Sekadar Bertahan, Program INSC Kembalikan Senyum dan Kesehatan Penyintas Bencana Sumatra Utara
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) melalui program Integrated Nursing Shelter Care (INSC) memberikan dukungan psikososial,
layanan kesehatan, serta menyalurkan bantuan logistik bagi korban banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera utara khususnya kabupaten tapanuli tengah pada 5-9 Februari 2026. Inisiatif ini merupakan respons cepat untuk membantu kelompok rentan dan anak-anak dalam memenuhi kebutuhan dasar serta mengembalikan fungsi layanan kesehatan yang lumpuh pascabencana.
Tim INSC yang berjumlah 8 orang yang terdiri dari dosen, mahasiswa dan ILUNI di ketuai oleh Dr. Riri Maria, S.Kp., MANP. Kegiatan ini didukung penuh oleh Pegadaian dan ILUNI UI serta sponsor lainnya yang bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) sebagai mitra dalam penguatan program kemanusiaan.
Selama lima hari pelaksanaan, tim menjalankan kegiatan dukungan psikososial, pemeriksaan kesehatan, serta penyaluran donasi berupa logistik pangan, logistik nonpangan, dan obat-obatan di sejumlah titik terdampak di wilayah Sumatera Utara khususnya kabupaten tapanuli tengah seperti di kecamatan Tukka yang tersebar di beberapa titik.
Program Dukungan Kesehatan Jiwa dan Psikososial (DKJPS) bagi penyintas bencana adalahlayanan terintegrasi yang berfokus pada pemulihan kondisi psikologis melalui pendekatan suportif, konseling krisis, dan psikoedukasi. Tim DKJPS memberikan intervensi langsung untuk anak-anak dan dewasa, mencakup skrining, konseling, serta terapi bermain, guna menguatkan koping adaptif dan memulihkan fungsi sosial. 1 kegiatan Dukungan Kesehatan Jiwa dan Psikososial (DKJPS) di SMA 1 Tukka dan Hunian Sebentara Tanah Merah Hutanabolong
Sementara itu, kegiatan pemeriksaan kesehatan menyasar lebih dari 700 penyintas di titik pengungsian Tanah Merah, di kelurahan Hutana Bolong kecamatan Tukka, tim INSC bergerak cepat memberikan layanan kesehatan esensial. Dengan total 200 KK yang saat ini menempati hunian sementara, pemeriksaan ini menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dini risiko penyakit pascabencana.
Langkah preventif ini diharapkan mampu membentengi kesehatan masyarakat sekaligus membangun pemahaman kolektif mengenai pentingnya perawatan medis mandiri di tengah situasi darurat.
Penerima layanan kesehatan dasar dewasa sejumlah 78 orang, diantaranya mayoritas perempuan sejumlah 67 (85.9%) dan laki-laki sejumlah 11 (14.1%). Usia rata-rata adalah 52.15 tahun, mencakup usia 17 – 93 tahun.
Dari hasil pemeriksaan didapatkan berbagai masalah kesehatan diantaranya 33 (42.3%) pengungsi mengalami hipertensi, 22 (28.2%) Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), 20 (25.6%) Hiperurisemia, 18 (23.1%) Dislipidemia, 11 (14.1%) Dermatitis, 10 (12.8) Hiperglikemia, 10 (12.8) Cephalgia, dan 4 (5.1%) Dispepsia. Beberapa masalah kesehatan kurang dari 5% lainnya meliputi anorexia, katarak, insomnia, mialgia, hipoglikemia, konstipasi, obesitas, konjungtivitis, dan back pain serta Ada 1 warga riwayat Cuci darah seminggu 2x, temuan ini mengidentifikasikan bahwa di Huntara ada kelompok risiko dengan penyakit kronis yg perlu diperhatikan dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkelanjutan.
Layanan kesehatan dasar menjangkau sejumlah 61 anak-anak, 23 (37.7%) anak laki-laki dan 38% (62.3%) anak perempuan. Usia anak-anak yang menerima layanan kesehatan dasar mulai dari usia 2 hingga 13 tahun memiliki rerata berat badan 22.97 kg dengan simpang baku ± 9.33 kg dan rerata tinggi badan 118.12 cm dengan simpang baku 15.81 cm. Pemeriksaan Kesehatan di hunian sementara Tanah Merah, di kelurahan Hutana Bolong kecamatan Tukka.
Memastikan bantuan tepat sasaran, penyaluran logistik dilakukan melalui koordinasi berlapis. Alat kesehatan dan obat-obatan kini telah bergerak menuju 25 Puskesmas terdampak melalui Dinas Kesehatan setempat. Di saat yang sama, dukungan logistik untuk kelompok rentan, termasuk bayi dan lansia diserahkan secara simbolis kepada Ibu Wakil Bupati sebelum diteruskan langsung ke tangan pengungsi di kawasan Tanah Merah, SMA Tukka dan kelurahan sipange. Sinergi antara pemerintah daerah, perangkat kecamatan Tukka, hingga tingkat kelurahan Hutanabolong memastikan setiap bantuan dasar ini diterima langsung oleh masyarakat yang membutuhkan
Home »
Sulawesi Barat
» Lebih dari Sekadar Bertahan, INSC FIK UI Pulihkan Kesehatan dan Harapan Penyintas Bencana di Tapanuli Tengah
Lebih dari Sekadar Bertahan, INSC FIK UI Pulihkan Kesehatan dan Harapan Penyintas Bencana di Tapanuli Tengah
By LiputanSulbar Februari 18, 2026





