MDMC Sulbar Kirim 5 Personel Ikuti Pelatihan Manajemen Bencana di Palu


Palu, Sulawesi Tengah — Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sulawesi Barat mengirimkan lima personel untuk mengikuti kegiatan *Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Organisasi MDMC dan Pengelolaan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Berbasis Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB)* yang dilaksanakan pada *13–15 Oktober 2025* di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Lima personel yang mewakili MDMC Sulbar dalam kegiatan ini adalah *Syukrina Dwi Kasita, Harianto, Rezki Wardani, Ahmad Mutahar, dan **Nurul Muhriza. Mereka bergabung bersama peserta lainnya dari berbagai wilayah **se-regional Sulawesi*, termasuk Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo dan Sulawesi Barat.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas kelembagaan MDMC di tingkat wilayah, serta mendorong integrasi program pengurangan risiko bencana di sektor pendidikan melalui pendekatan *Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB)*.

Syukrina Dwi Kasita, Anggota MDMC Sulbar, menyampaikan kesan selama mengikuti pelatihan dan menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan kesempatan berharga untuk memperkuat pengetahuan dan strategi pengelolaan kebencanaan berbasis komunitas, khususnya di lingkungan pendidikan.

“Kegiatan ini sangat menarik karena selain materi diforum diselingi dengan simulasi kecil, ice breaking kebencanaan dan suasana keharmonisan relawan yang tangguh. Kami berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan ini dapat diterapkan di daerah masing-masing, terutama dalam membangun satuan pendidikan yang lebih tangguh terhadap risiko bencana. ” ujarnya.

Sementara itu, *Rezki Wardani*, anggota MDMC Sulbar, mengungkapkan rasa terima kasih atas keterlibatan MDMC Sulbar dalam kegiatan ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PP MDMC atas terselenggaranya kegiatan ini khususnya di Regional Sulawesi. Wawasan kami terhadap isu kebencanaan di sektor Pendidikan makin bertambah. Terima kasih kepada MDMC Sulawesi Tengah atas jamuan yang luar biasa dan fasilitas yang disediakan. Kami sangat antusias dengan seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung di sini,” tuturnya.

Selama tiga hari, para peserta dibekali dengan materi seputar penguatan struktur organisasi MDMC, strategi kolaborasi lintas sektor, dan penerapan prinsip-prinsip SPAB di satuan pendidikan. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang konsolidasi antarwilayah dalam membangun jejaring kerja dan penguatan kapasitas relawan kebencanaan Muhammadiyah.

MDMC Sulawesi Barat berharap hasil dari pelatihan ini dapat segera diimplementasikan dalam bentuk program-program nyata di daerah, serta memperluas jangkauan edukasi kebencanaan berbasis sekolah di wilayah Sulbar.