Mamuju, 12 Desember 2025 — Sebanyak 30 orang perwakilan dari Kabupaten Mamuju Tengah resmi menyelesaikan Pendidikan dan Pelatihan Pengawasan Partisipatif “Bergerak dan Berfungsi” yang digelar di Aula Hotel Matos, Mamuju. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat keterlibatan masyarakat dalam mewujudkan Pemilu 2029 yang bermartabat, transparan, dan berintegritas.
Pelatihan yang berlangsung selama 10–12 Desember 2025 ini diselenggarakan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI) dan hanya dilaksanakan di tiga provinsi di Indonesia, salah satunya Provinsi Sulawesi Barat. Terpilihnya Sulawesi Barat sebagai tuan rumah menjadi bentuk kepercayaan sekaligus kesempatan untuk memperluas kapasitas jaringan pengawasan di tingkat daerah.
Dalam kegiatan ini, Supiardi, Komisioner Bawaslu Mamuju Tengah sekaligus Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan Parmas dan Humas (HPPH), turut hadir sebagai fasilitator pada kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif. Ia menekankan pentingnya membangun gerakan pengawasan yang otentik, berbasis nilai-nilai partisipatif, serta responsif terhadap dinamika sosial politik di daerah.
“Pengawasan partisipatif bukan hanya tugas, tetapi gerakan moral. Untuk mewujudkan Pemilu 2029 yang bermartabat, kita membutuhkan partisipasi publik yang kuat, terlatih, dan sadar peran,” ujar Supiardi dalam salah satu sesi pelatihan.
Melalui pelatihan ini, peserta dibekali berbagai materi strategis, mulai dari teknik pencegahan, penaganan pelanggaran serta sengketa proses pemilu, teknik pelaporan, teknik penguatan jaringan dan komunitas, hingga penguatan jejaring komunitas pengawasan berbasis digital.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat menjadi penggerak pengawasan di tingkat masyarakat, sehingga ekosistem demokrasi yang sehat dapat tercipta hingga menjelang Pemilu 2029.





