Liputan Sulbar

IKLAN ANDA

Pallawa Media

Layanan Pallawa Media.

Papan Iklan

Redaksi Liputan Sulbar.

Pasang Iklan

Redaksi Liputan Sulbar.

Pasang Iklan Disini

Redaksi Liputan Sulbar.

Tampilkan postingan dengan label Majene. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Majene. Tampilkan semua postingan

Warga Bantah Isu Mafia BBM di SPBU Rangas Majene, Sebut Antrean Karena Pasokan Telat

MAJENE, liputansulbar.id - Isu adanya praktik mafia BBM bersubsidi di SPBU Rangas, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene dibantah warga sekitar.

Beberapa warga dan sopir yang ditemui di lokasi, Sabtu (13/9/2026) menyebut antrean yang sempat terjadi beberapa hari lalu bukan karena ulah mafia, melainkan karena keterlambatan pasokan dari depo.

"Tidak ada mafia, yang ada memang solarnya terlambat datang. Jadi begitu datang, semua sopir langsung mengantre. Wajar kalau ramai," ujar Ahmad, salah seorang sopir truk asal Pamboang.

Hal senada disampaikan warga Rangas, Syarif, Ia mengaku tidak pernah melihat aktivitas penimbunan jeriken dalam jumlah besar seperti yang diisukan di media sosial.

"Kalau ada yang pakai jeriken itu biasanya nelayan. Mereka kan memang dapat dispensasi karena butuh solar untuk melaut. Petugas SPBU juga ketat, pakai barcode MyPertamina," katanya.


Pengawas SPBU Rangas yang enggan disebutkan namanya juga membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan pihaknya selalu mengikuti SOP dari Pertamina.

"Kami diawasi langsung, ada CCTV. Setiap pengisian di atas 50 liter wajib pakai barcode. Kalau ada truk modifikasi atau pelangsir, langsung kami tolak," tegasnya.

Sementara itu, warga berharap isu yang belum jelas kebenarannya tidak merugikan operasional SPBU yang menjadi satu-satunya SPBU di jalur Majene - Mamuju.

"Kasihan kalau SPBU ditutup atau disanksi padahal tidak salah. Yang butuh BBM ini banyak, dari petani sampai nelayan," tutup Hasri.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polres Majene dan Pertamina Patra Niaga Sulbar belum memberikan keterangan resmi terkait isu mafia BBM di SPBU Rangas 

Pengurus Cabang Pemuda Ansor Mejene Gelar Konferensi Serentak 7 Kecamatan Kabupaten Majene



Majene - Pengurus cabang gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Majene, menggelar Konferensi Anak Cabang Se-kabupaten Majene, di Ruang Aula Pelhut Kemenag Majene, Minggu, 19 Januari 2025

Konferensi anak cabang dilaksanakan secara serentak 7 kecamatan dari jumlah total 8 kecamatan yang ada di kab majene . Kegiatan tersebut mengambil tema “mempertajam Organisasi dalam membangun Peradaban” 

Beberapa tokoh hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Camat Banggae Timur, Najibah Bachyt Fattah, mewakili pemerintah kabupaten Majene, Hasyim Harun, Kasi Bimas Islam, mewakili Kepala Kantor Kemenag Majene. Hadir pula Ketua PCNU kabupaten Majene, K.H. Mansyur S, Ketua Pimpinan Pusat GP. Ansor selaku korwil Sulbar dan Sulteng, H. Sudirman AZ, dan Ketua Pimpinan Wilayah GP. Ansor Sulbar, Busyra. Serta Ketua Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Majene bersama seluruh jajaran pengurus Ansor Kabupaten Majene.
Dalam Sambutannya, Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Sulbar, Busyra menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan Konferensi Anak Cabang GP. Ansor Se-Kabupaten Majene.
“Atas nama pimpinan Wilayah GP Ansor Sulbar, menyampaikan Apresiasi dan rasa bangga, kepada ketua GP. Ansor Majene dan segenap pengurus karena telah sukses membentuk 7 PAC Dari 8 Kecamatan di Kabupaten Majene.”, Ungkap Busyra

Lebih lanjut Calon Kandidat Doktor pada UIN Makassar itu mengatakan bahwa GP. Ansor Majene merupakan salah satu Cabang yang cukup sukses menjalankan roda organisasi dan gerakan, dibandingkan dengan cabang lain di Sulbar.
Selain itu, Busyra juga menyinggung soal visi Indonesia emas di tahun 2045, bagaimana kader Ansor harus siap menjemput dan mengarungi kondisi tersebut, yang tentunya akan penuh dengan tantangan dan juga peluang.
“Kader Ansor harus mempersiapkan diri menghadapi Indonesia Emas 2045. Mulai dari sekarang harus menyiapkan diri, baik dari kemampuan SDM, maupun kemampuan Ekonomi. Sehingga, saatnya tiba nanti, kader Ansor tidak hanya menjadi penonton saja, tetapi menjadi orang yang mengambil peran strategis dalam masa Indonesia Emas tersebut.”, Tegas Ketua Cabang GP. Ansor Polman dua periode itu.

Sementara, Ketua Cabang GP Ansor Majene, Muh. Ma’ruf Muchtar, mengingatkan kepada seluruh kader Ansor Majene, agar senantiasa memperbaharui niat dalam berkhidmat di Ansor.
“Organisasi Ansor ini adalah organisasi perkhidmatan, bagaimana menjaga ajaran Ahlu Sunnah Waljamaah, berbakti kepada para ulama dan meneruskan ajaran para kiyai kiyai NU. Oleh sebab itu, mari selalu memperbaiki niat untuk berkhidmat semata lillahi ta’ala.”, Jelas Annangguru Muda itu, sapaan akrabnya.

Pada kesempatan yang sama, Korwil Sulbar Sulteng, H. Sudirman AZ, menyampaikan kepada seluruh kader Ansor, agar berbenah diri dalam menyambut setiap peluang di masa depan.
“Sebagai kader Ansor, kita harus senantiasa meningkatkan kualitas SDM kita, dan menyiapkan penguatan ekonomi kader. Agar ke depan, ketika ada kesempatan, dalam setiap posisi posisi strategis dan kebijakan pemerintah, maka kita sebagai kader Ansor, siap berada di garda terdepan untuk mengisi dan menjalankan Posisi tersebut.”, Paparnya tegas.

Konferensi anak cabang tersebut, dilakukan secara aklamasi, musyawarah mufakat di setiap anak cabang. Setelah konferensi Selesai, dilanjutkan istighosah dan doa Bersama, dipimpin oleh Ketua GP. Ansor Majene, Muh. Ma’ruf Muchtar

IMM Majene Sayangkan Tidak Adanya Keterwakilan Immawati Dalam Formatur DPP Periode 2024-2026

Majene Liputansulbar.com-Ketua Umum Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kab. Majene, Irwan Japaruddin menyayangkan tidak adanya keterwakilan Immawati dalam 12 formatur Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IMM Periode 2024-2026.

Menurut Irwan tidak ada adanya keterwakilan Immawati dalam formatur harus menjadi catatan serius, sebab IMM yang selalu membangun narasi kesetaraan dan inskluf,

"Kami menyayangkan tidak adanya perwakilan Immawati dalam formatur," jelas Irwan Japaruddin.

IMM sebagai organisasi kekaderan harus memastikan adanya kesetaraan dan kesempatan yang sama baik Immawan maupun Immawati. Padahal posisi Immawati sangat strategis dalam kegamangan, kemanusiaan dan kemasyarakatan.

Irwan berharap tidak adanya perwakilan Immawati dalam 12 formatur, nantinya dalam penyusunan komposisi DPP IMM Periode 2024-2026 mengakomodir banyak Immawati.