IMM Sulbar Desak Pemerintah Evaluasi Program MBG, Khawatir Generasi Terancam


Mamuju -- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sulawesi Barat mendesak pemerintah pusat hingga daerah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Desakan ini muncul setelah maraknya kasus keracunan massal yang menimpa ribuan siswa di berbagai daerah.

Ketua Bidang Kader DPD IMM Sulbar, Muhammad Fadli, menilai program MBG sejatinya memiliki tujuan mulia untuk meningkatkan gizi anak bangsa. Namun, realitas di lapangan justru menunjukkan adanya persoalan serius yang harus segera ditangani dengan cepat oleh Pemerintah

“ Ribuan siswa dari TK hingga SMA justru menjadi korban keracunan usai mengonsumsi makanan bergizi hal Ini ironis dan harus segera dievaluasi secara serius,” tegas Fadli, saat dikonformasi via telephone pada Rabu 24 September 2025

Berdasarkan data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) per 21 September 2025, lebih dari 6.400 siswa di berbagai daerah mengalami dugaan keracunan akibat MBG. Kasus terakhir dilaporkan terjadi di Bandung Barat, Bogor, Tasikmalaya, serta sejumlah wilayah di Sulawesi Barat seperti Polewali Mandar dan Tapalang Mamuju. Gejala yang dialami para siswa relatif seragam, di antaranya mual, muntah, pusing, dan diare.

Dengan tingginya kasus yang semakin mengkhawatirkan kesehatan Siswa, IMM Sulbar menilai jika aspek keamanan pangan, pengawasan distribusi, dan pengolahan makanan tidak segera diperbaiki, maka dalam jangka panjang berpotensi merusak kualitas generasi bangsa. Oleh karena itu, IMM Sulbar mendesak pemerintah untuk:
1. Menghentikan sementara program MBG di wilayah terdampak.
2. Melakukan audit menyeluruh terhadap sistem pengadaan, distribusi, dan penyajian makanan.
3. Melibatkan lembaga independen dalam memverifikasi standar keamanan pangan.
4. Menjamin transparansi hasil uji laboratorium terkait penyebab keracunan.

Fadli menegaskan kesehatan siswa tidak boleh dikorbankan. Program yang semestinya menyehatkan, kata Fadli, jangan sampai justru menjadi malapetaka bagi anak-anak bangsa.

Hal Ini menyangkut masa depan Sulbar dan Indonesia, DPD IMM berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat, tepat, dan menyeluruh agar program MBG benar-benar kembali pada tujuan awalnya, yaitu menyehatkan anak-anak, meningkatkan kualitas pendidikan, dan mempersiapkan generasi emas Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing

Hal ini juga menjadi perhatian seorang apoteker sekaligus dosen di Polewali Mandar, Miftahur Rahman Hafid, mengatakan kasus keracunan ini harus menjadi peringatan dan perhatian serius bagi pemerintah.

“Saya turut prihatin atas kasus keracunan MBG yang terjadi di masyarakat, Pemerintah segera evaluasi program ini," tandasnya

Ia menilai keracunan umumnya disebabkan masuknya racun alami dari mikroba, bakteri maupun kontaminasi bahan berbahaya pada makanan dan minuman yang dikonsumsi. Adapun solusi yang diberikan kepada pemerintah yakni memastikan membeli produk makanan/minuman yang resmi BPOM, memperhatikan tanggal kedaluwarsa, cara penyimpanan yang benar, serta menjaga kebersihan saat mengelola dan menyajikan makanan.