Ketum IMM Sulbar Jadi Korban Refresif Kepolisian‎

‎Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sulawesi Barat (DPD IMM Sulbar) Albar Syam menjadi korban refresif aparat kepolisian dalam aksi demontrasi Selasa (23/6/2026) di Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Barat. 
‎Albar menjelaskan ketika massa aksi ingin bertemu  dengan pimpinan DPRD Provinsi Sulawesi Barat untuk menyampaikan tuntutan aliansi. 
‎Namun karena tuntutan tak kunjung dipenuhi massa aksi terlibat gesekan dengan aparat kepolisian. Untuk meredam gesekan dengan aparat ia turut melerai tetapi justru menjadi sasaran serangan pemukulan oleh aparat kepolisian. 
‎"Massa aksi tidak ditemui pimpinan DPRD, akhirnya massa mau menyegel terjadilah gesekan. Saya melerai tapi justru menjadi sasaran pemukulan kepolisian, " Jelas Albar. 
‎Akibat pemukulan tersebut Albar mengalami luka memar di bagian wajah. 
‎Ketua Bidang Hikmah, Politik dan Kebijakan Publik DPD IMM Sulbar, Irwan Japaruddin mengecam keras tindakan pemukulan tersebut. 
‎Harusnya kepolisian bisa memitigasi dan menjadi fasilitator untuk menyampaikan tuntutan massa aksi. 
‎"Harusnya kepolisian bisa memitigasi, bisa menjadi fasilitator terhadap tuntutan massa aksi, " tegas Irwan. 
‎Ini terus menambah catatan brutalitas aparat kepolisian yang tidak pernah berubah. 
‎Kami memberikan waktu kepada Polda Sulbar 2 x 24 jam untuk mengusut secara tuntas dan proses hukum kepada oknum polisi yang melakukan serangan kepada Ketua Umum DPD IMM Sulbar. 
‎Karena jelas ini melanggar arahan Presiden Prabowo dan Kapolri bahwa kepolisian harus menjadi polisi rakyat dan humanis.